Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘Cerita ttg Nasehat dan Kebijaksanaan’ Category

Betapa *sulitnya* untuk membaca satu ayat Kitab Suci
Tapi
Betapa mudahnya membaca 100 halaman dari novel yang laris.

Betapa *getolnya* orang untuk duduk di depan dalam pertandingan atau konser
Namun
Lebih senang berada di kursi paling belakang ketika berada di Gereja

Betapa *Mudahnya* membuat 40 tahun dosa demi memuaskan nafsu birahi semata,
Namun
Alangkah sulitnya ketika menahan nafsu selama 3 Hari ketika berpuasa.

Betapa *sulitnya* menyediakan waktu untuk ibadah;
Namun
Betapa mudahnya menyesuaikan waktu dalam sekejap pada
Saat terakhir untuk event yang menyenangkan.

Betapa *sulitnya* untuk mempelajari arti yang terkandung di dalam Kitab Suci
Namun
Betapa mudahnya untuk mengulang-ulangi gosip yang sama kepada orang lain.

Betapa *mudahnya* Kita mempercayai apa yang dikatakan oleh Koran
Namun
Betapa Kita meragukan apa yang dikatakan oleh Kitab Suci .

Betapa setiap orang *ingin *masuk sorga seandainya tidak perlu untuk percaya
Atau
Berpikir,atau mengatakan apa-apa,atau berbuat apa-apa.

Betapa Kita dapat menyebarkan seribu lelucon melalui e-mail,
Dan menyebarluaskannya dengan FORWARD seperti api;
Namun
Kalau Ada mail yang isinya tentang Kerajaan Allah betapa seringnya Kita
Ragu-ragu, enggan membukanya Dan mensharingkannya, serta langsung klik pada
Icon *DELETE.*

Read Full Post »

Dear friends,

PLEASE READ TO THE END !!!!!!!!!!!!

Persahabatan01

21

Read Full Post »

Suatu ketika, hiduplah sebatang pohon apel besar dan anak lelaki yang senang bermain-main di bawah pohon apel itu setiap hari. Ia senang memanjatnya hingga
ke pucuk pohon, memakan buahnya, tidur-tiduran di keteduhan rindang daun-daunnya. Anak lelaki itu sangat mencintai pohon apel itu. Demikian pula pohon
apel sangat mencintai anak kecil itu. Waktu terus berlalu. Anak lelaki itu kini telah tumbuh besar dan tidak lagi bermain-main dengan pohon apel itu setiap
harinya. Suatu hari ia mendatangi pohon apel. Wajahnya tampak sedih. “Ayo ke sini bermain-main lagi denganku,” pinta pohon apel itu. “Aku bukan anak kecil
yang bermain-main dengan pohon lagi.” jawab anak lelaki itu. “Aku ingin sekali memiliki mainan, tapi aku tak punya uang untuk membelinya.” Pohon apel itu
menyahut, “Duh, maaf aku pun tak punya uang… tetapi kau boleh mengambil semua buah apelku dan menjualnya. Kau bisa mendapatkan uang untuk membeli mainan
kegemaranmu. ” Anak lelaki itu sangat senang. Ia lalu memetik semua buah apel yang ada di pohon dan pergi dengan penuh suka cita. Namun, setelah itu anak
lelaki tak pernah datang lagi. Pohon apel itu kembali sedih. Suatu hari anak lelaki itu datang lagi. Pohon apel sangat senang melihatnya datang. “Ayo bermain-main
denganku lagi.” kata pohon apel. “Aku tak punya waktu,” jawab anak lelaki itu. “Aku harus bekerja untuk keluargaku. Kami membutuhkan rumah untuk tempat
tinggal. Maukah kau menolongku?” “Duh, maaf aku pun tak memiliki rumah. Tapi kau boleh menebang semua dahan rantingku untuk membangun rumahmu.” kata pohon
apel. Kemudian anak lelaki itu menebang semua dahan dan ranting pohon apel itu dan pergi dengan gembira. Pohon apel itu juga merasa bahagia melihat anak
lelaki itu senang, tapi anak lelaki itu tak pernah kembali lagi. Pohon apel itu merasa kesepian dan sedih. Pada suatu musim panas, anak lelaki itu datang
lagi. Pohon apel merasa sangat bersuka cita menyambutnya. “Ayo bermain-main lagi deganku.” kata pohon apel. “Aku sedih,” kata anak lelaki itu. “Aku sudah
tua dan ingin hidup tenang. Aku ingin pergi berlibur dan berlayar. Maukah kau memberi aku sebuah kapal untuk pesiar?” “Duh, maaf aku tak punya kapal, tapi
kau boleh memotong batang tubuhku dan menggunakannya untuk membuat kapal yang kau mau. Pergilah berlayar dan bersenang-senanglah . Kemudian, anak lelaki
itu memotong batang pohon apel itu dan membuat kapal yang diidamkannya. Ia lalu pergi berlayar dan tak pernah lagi datang menemui pohon apel itu. Akhirnya,
anak lelaki itu datang lagi setelah bertahun-tahun kemudian. “Maaf anakku,” kata pohon apel itu. “Aku sudah tak memiliki buah apel lagi untukmu.” “Tak
apa. Aku pun sudah tak memiliki gigi untuk mengigit buah apelmu.” Jawab anak lelaki itu. “Aku juga tak memiliki batang dan dahan yang bisa kau panjat.”
Kata pohon apel. “Sekarang, aku sudah terlalu tua untuk itu.” jawab anak lelaki itu. “Aku benar-benar tak memiliki apa-apa lagi yang bisa aku berikan padamu.
Yang tersisa hanyalah akar-akarku yang sudah tua dan sekarat ini.” Kata pohon apel itu sambil menitikkan air mata. “Aku tak memerlukan apa-apa lagi sekarang.”
kata anak lelaki. “Aku hanya membutuhkan tempat untuk beristirahat. Aku sangat lelah setelah sekian lama meninggalkanmu. ” “Oooh, bagus sekali. Tahukah
kau, akar-akar pohon tua adalah tempat terbaik untuk berbaring dan beristirahat. Mari, marilah berbaring di pelukan akar-akarku dan beristirahatlah dengan
tenang.” Anak lelaki itu berbaring di pelukan akar-akar pohon. Pohon apel itu sangat gembira dan tersenyum sambil meneteskan air matanya. Ini adalah cerita
tentang kita semua. Pohon apel itu adalah orang tua kita. Ketika kita muda, kita senang bermain-main dengan ayah dan ibu kita. Ketika kita tumbuh besar,
kita meninggalkan mereka, dan hanya datang ketika kita memerlukan sesuatu atau dalam kesulitan. Tak peduli apa pun, orang tua kita akan selalu ada di sana
untuk memberikan apa yang bisa mereka berikan untuk membuat kita bahagia. Anda mungkin berpikir bahwa anak lelaki itu telah bertindak sangat kasar pada
pohon itu, tetapi begitulah cara kita memperlakukan orang tua kita. Sebarkan cerita ini untuk mencerahkan lebih banyak rekan. Dan, yang terpenting: cintailah
orang tua kita. Sampaikan pada orang tua kita sekarang, betapa kita mencintainya; dan berterima kasih atas seluruh hidup yang telah dan akan diberikannya
pada kita.

Shallom,

Pendeta Nudger

Read Full Post »


PENJELASAN YANG MENYENANGKAN! !!

Seorang pasien berpaling menghadap dokternya, selagi dokter itu bersiap untuk pergi,
“Dokter, Aku takut mati. Ceritakan apa yang ada disebelah sana”

Dengan lembut, dokter itu berkata, “Saya tidak tahu.”
“Anda tidak tahu? Anda, seorang Kristen, tidak tahu apa yang ada disebelah sana ?”

Dokter itu sedang memegang gagang pintu kamar disebelah sana terdengar suara garukan dan keluhan, begitu pintu itu dibukanya, seekor anjing menerobos masuk dan lompat kearahnya dengan antusias dan senang sekali.

Menoleh kearah sang pasien, dokter berkata, “Anda lihat anjing saya? ia belum pernah masuk ruangan ini sebelumnya ia tidak tahu ada apa didalamnya. Ia tidak tahu apa-apa, kecuali bahwa tuannya ada didalam, dan ketika pintu dibuka, ia langsung masuk tanpa takut. Saya hanya tau sedikit tentang ada apa di sebelah kematian tapi saya tahu benar tentang satu hal… saya tahu Tuhan saya ada disana dan itu cukup.”

Shallom,

Pendeta- Nudger

Read Full Post »

A man came home from work late, tired and irritated, to find his 5-year old son waiting for him at the door.

SON: ‘Daddy, may I ask you a question?’

DAD: ‘Yeah sure, what it is?’ replied the man.

SON: ‘Daddy, how much do you make an hour?’

DAD: ‘That’s none of your business. Why do you ask such a thing?’ the man said angrily.

SON: ‘I just want to know. Please tell me, how much do you make an hour?’

DAD: ‘If you must know, I make $50 an hour.’

SON: ‘Oh,’ the little boy replied, with his head down.

SON: ‘Daddy, may I please borrow $25?’

The father was furious, ‘If the only reason you asked that is so you can borrow some money to buy a silly toy or some other nonsense, then you march yourself straight to your room and go to bed. Think about why you are being so selfish. I don’t work hard everyday for such childish frivolities.’

The little boy quietly went to his room and shut the door.

The man sat down and started to get even angrier about the little boy’s questions.. How dare he ask such questions only to get some money?

After about an hour or so, the man had calmed down , and started to think:

Maybe there was something he really needed to buy with that $25.00 and he really didn’t ask for money very often The man went to the door of the little boy’s room and opened the door.

‘Are you asleep, son?’ He asked.

‘No daddy, I’m awake,’ replied the boy.

‘I’ve been thinking, maybe I was too hard on you earlier’ said the man. ‘It’s been a long day and I took out my aggravation on you. Here’s the $25 you asked for.’

The little boy sat straight up, smiling. ‘Oh, thank you daddy!’ he yelled. Then, reaching under his pillow he pulled out some crumpled up bills.

The man saw that the boy already had money, started to get angry again.

The little boy slowly counted out his money, and then looked up at his father.

‘Why do you want more money if you already have some?’ the father grumbled.

‘Because I didn’t have enough, but now I do,’ the little boy replied.

‘Daddy, I have $50 now. Can I buy an hour of your time? Please come home early tomorrow. I would like to have dinner with you.’

The father was crushed. He put his arms around his little son, and he begged for his forgiveness.

It’s just a short reminder to all of you working so hard in life. We should not let time slip through our fingers without having spent some time with those who really matter to us, those close to our hearts. Do remember to share that $50 worth of your time with someone you love.

If we die tomorrow, the company that we are working for could easily replace us in a matter of hours. But the family & friends we leave behind will feel the loss for the rest of their lives.

Read Full Post »

Ibu melahirkan kita sambil menangis kesakitan.
Masihkah kita menyakitkan- nya?
Masih mampukah kita tertawa melihat penderitaan- nya?
Mencaci maki-nya?
Melawan-nya?
Memukul-nya?
Mengacuhkan- nya?
Meninggalkan- nya?
Ibu tidak pernah mengeluh membersihkan kotoran kita waktu masih kecil,
Memberikan ASI waktu kita bayi,
Mencuci celana kotor kita,
Menahan derita,
Menggendong kita sendirian.

Disaat ibumu tidur, cuba kamu lihat matanya dan bayangkan matanya takkan terbuka untuk selamanya..tangannya tak dapat hapuskan airmata mu dan tiada lagi nasihat yang sering kita abaikan..bayangkan ibumu sudah tiada..apakah kamu cukup membahagiakannya. .apakah kamu pernah berfikir bertapa besar pengorbanannya semenjak kamu berada di dalam perutnya…

Ingat-ingatlah lima aturan sederhana untuk menjadi bahagia:
1. Bebaskan hatimu dari rasa benci.
2. Bebaskan pikiranmu dari segala kekuatiran.
3. Hiduplah dengan sederhana.
4. Berikan lebih banyak (give more)
5. Jangan terlalu banyak mengharap (expect less)

SADARILAH bahwa di Dunia ini ga da 1 orang pun yang mau mati demi IBU, tetapi…
Beliau justru satu-satunya orang yang bersedia mati untuk melahirkan kita…

Shallom,

Pendeta-Nudger

Read Full Post »

Satu hari CINTA & KAWAN berjalan dalam kampung…
Tiba-tiba CINTA terjatuh dalam telaga…
Kenapa??
Kerena CINTA itu buta…

Lalu KAWAN pun ikut terjun dalam telaga…
Kenapa??
Karena… KAWAN akan buat apa saja demi CINTA !!

Di dalam telaga CINTA hilang…
Kenapa??
Kerena… CINTA itu halus, mudah hilang kalau tak dijaga, sukar dicari apa lagi dalam telaga yang gelap… Sedangkan KAWAN masih mencari-cari
dimana CINTA & terus menunggu..
Kenapa??
Karena … KAWAN itu sejati & akan kekal sebagai KAWAN yang setia…

Oleh karena itu, hargailah KAWAN kita ….
Walau kita telah punya pasangan hidup , teman tetap paling setia.
Walau kita punya harta banyak , teman tetap paling berharga .

Persahabatan adalalah kekal adanya.

Read Full Post »

« Newer Posts - Older Posts »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.